Posts

Showing posts from April, 2017

BTY - DUA PULUH SEMBILAN

Image
"Maafkan aku, sepertinya hari ini tidak bisa." Untuk kesekian ratus kalinya dalam kurun waktu satu minggu Jerry mengerutkan keningnya. Dia sama sekali tidak mengerti kenapa wanita itu seperti berusaha menghindarinya dan itu semakin meresahkannya. Apakah pada akhirnya dia mulai menyadari kalau adik yang sama sekali bukanlah adiknya lebih penting daripada dia yang secara hukum masih berstatus sebagai suaminya dan menyerah? Apa yang harus dilakukannya tanpa sama sekali melibatkan masalah? "Kau kelihatan kacau?" Jerry berpaling kearah suara baru dan lagi- lagi mengerutkan kening (entah kenapa akhir- akhir ini dia selalu melakukan hal itu) dan mengernyit melihat kehadiran Jullian disamping Lea. Jullian juga ikut mengernyit menyadari arah pandangan Jerry dan berguman tanpa sama sekali berusaha mengecilkan suaranya. "Jika kau belum lupa, Lea masih berstatus istriku dan ibu dari anak- anakku." Yang langsung mendapatkan sodokan pelan dari siku Lea....

BTY - DUA PULUH DELAPAN

Image
“sangat mengangumkan, Annabelle.” Seru Peter senang, “entah apa yang sudah kau lakukan hingga bisa mendapatkan uang sebanyak ini dalam waktu yang sangat singkat.” Katanya sembari matanya tidak lepas dari wanita yang sedang berdiri dihadapannya. Seakan seperti ada sikap angkuh yang muncul entah darimana. Wanita itu tersenyum, senyum yang menyiratkan bahwa itu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukannya, meskipun di satu sisi dia juga harus berusaha menahan getaran yang menjalar melalui kedua tangannya disamping tubuhnya. “Tidak peduli apa yang sudah kulakukan, yang jelas aku sudah melunasi semua hutang yang dulu kumilki beserta bunganya.” Peter tertawa. Tawa yang nyaris meluruhkan tekad kuat yang dimiliki oleh Anna, atau dalam hal ini Cassandra Ann Swan. Setelah semua ingatannya kembali. Anna atau Cassie, jelas bukan orang yang mudah ditindas dan tentu saja dia juga menolak untuk ditindas oleh siapapun. Tapi saat ini, ada hal- hal yang harus diselesaikannya terlebi...

BTY - DUA PULUH TUJUH

Image
Cover made by  greyanakim@gmail.com -------- Tadinya Jerry hanya berniat untuk mengambil ponselnya yang berada didalam kamar ketika sepintas melihat gerakan aneh yang dilakukan oleh Anna di tempat tidurnya. Sungguh tak tertahankan ketika Lea memberitahunya jika ia melihat Anna di pinggir jalan dengan wajah pucat, yang kemudian mendengar pekik tertahan di latar belakang saat didengarnya Elena meneriakkan kata- kata yang membuat tubuhnya nyaris lemas. Cassie pingsan . Bisakah kau datang sekarang juga ? Dan sudah jelas hal itu akan dilakukannya apalagi jika menyangkut keadaan wanita itu. Wanita itu terbaring di atas ranjang. Ranjang yang selalu mereka gunakan di apartemen, tapi tidak selalu wanita itu berada disana. Wanita yang sebenarnya adalah istrinya dan seperti bukan istrinya, menolak untuk memindahkan barang- barangnya dengan alasan mereka belum sepenuhnya menjadi sepasang suami- istri. Sesuatu yang membuat Jerry merasa tidak tahan untuk men...

BTY - DUA PULUH ENAM

Image
"Katakan padaku, Annabelle," suara itu terdengar lambat dan berbahaya. Seperti setiap kata yang terucap dari bibirnya mengandung ancaman dan sejujurnya memang itu yang terjadi. "Sampai sejauh mana kau ingin berlari dan melewatkan perjanjian kita?" "P- P- Peter?" Pria paruh baya, yang bisa dikatakan nyaris seperti ayah untuk Annabelle mendadak tertawa puas. Sementara kedua matanya tidak lepas menatap buruan yang sedang ketakutan dihadapannya. Peter Collaghan adalah pria yang tidak bisa dikatakan sebagai orang yang mudah. Bisnis yang digelutinya bukanlah bisnis yang kebanyakan orang miliki dan salah satunya adalah mengedarkan obat- obatan terlarang, tapi selain itu dia juga terkenal sebagai lintah darat yang sangat kejam. Anna jelas tidak berpikir dengan jelas ketika memutuskan untuk meminjam uang pada pria itu. Satu- satunya yang dipikirkannya kala itu adalah bagaimana caranya hingga bisa mendapatkan uang dengan cepat untuk biaya rumah...

BTY - DUA PULUH LIMA

Image
Cover made by  greyanakim@gmail.com ** Anna sadar, semakin lama Patricia mendiamkan dirinya maka bukan tidak mungkin jika hubungan yang terjalin diantara mereka akan semakin renggang. Dan tentu saja itu hal terakhir yang diinginkannya. Jadi ketika Anna melihat Patricia keesokan harinya, Anna cepat- cepat mengajak keluar adiknya. Menuju taman tidak jauh dari tempat Betrice. "Bagaimana sekolahmu?" Sahut Anna memulai pembicaraan setelah sekian lama mereka duduk disebuah bangku, memandang kejauhan. "Apakah ada yang sulit?" Tidak ada jawaban. Patricia hanya memandang pohon didepannya tanpa sama sekali memperdulikan lawan bicaranya. Untuk sesaat, Anna mengikuti apa yang diperhatikan Patricia, memandang kejauhan. Rasanya lama sekali mereka duduk berdampingan seperti ini. Anna bahkan tidak ingat kapan terakhir kali mereka melakukan kegiatan bersama, mungkin karena Anna harus lebih keras menghasilkan uang dan semakin bertambah sejak kematian o...

BTY - DUA PULUH EMPAT

Image
Cover made by  greyanakim@gmail.com * "Kau berbohong padaku!" Teriakan histeris itu seakan hendak menulikan pendengaran Anna sekaligus membuatnya sakit kepala. Tepat setelah tiga hari tanpa ada perlawanan dari Patricia dan hanya melakukan sikap seperti yang dikatakan oleh Betrice sebagai 'sikap dingin khas anak remaja', akhirnya pertahanan itu luluh juga dan sebagai gantinya Patricia berteriak tanpa peduli dimana keberadaan mereka sekarang. Untunglah pelanggan terakhir sudah pulang dari tadi sebelum Patricia masuk dan menghancurkan semua yang bisa diraihnya. Betrice hanya menatap nanar bunga yang tadinya di pegang oleh Anna sebelum Patricia merampasnya dan melemparnya ke sudut ruangan. "Kau berbohong padaku! Kau adalah pembohong yang brengsek, Ann dan aku sangat membencimu." Patricia mengucapkan semua katanya dengan penekanan yang semakin membuat Anna sedih. "Patricia..." "Jangan sebut namaku dengan mulut penuh kebo...