BTY - DUA PULUH TUJUH


Cover made by greyanakim@gmail.com

--------


Tadinya Jerry hanya berniat untuk mengambil ponselnya yang berada didalam kamar ketika sepintas melihat gerakan aneh yang dilakukan oleh Anna di tempat tidurnya.

Sungguh tak tertahankan ketika Lea memberitahunya jika ia melihat Anna di pinggir jalan dengan wajah pucat, yang kemudian mendengar pekik tertahan di latar belakang saat didengarnya Elena meneriakkan kata- kata yang membuat tubuhnya nyaris lemas.

Cassie pingsan. Bisakah kau datang sekarang juga?

Dan sudah jelas hal itu akan dilakukannya apalagi jika menyangkut keadaan wanita itu.

Wanita itu terbaring di atas ranjang. Ranjang yang selalu mereka gunakan di apartemen, tapi tidak selalu wanita itu berada disana. Wanita yang sebenarnya adalah istrinya dan seperti bukan istrinya, menolak untuk memindahkan barang- barangnya dengan alasan mereka belum sepenuhnya menjadi sepasang suami- istri. Sesuatu yang membuat Jerry merasa tidak tahan untuk menyeret wanita itu ke pernikahan yang dimaksudkan wanita itu.

Demi Tuhan! Mereka sudah menikah bertahun- tahun tapi belum pernah sepenuhnya menikmati masa pernikahan mereka dan sekarang mereka harus memulainya dari awal lagi.

Biarkan Cassie membiasakan semuanya terlebih dahulu. Jangan memaksakan dirimu padanya. Situasi yang dialami Lea dulu hampir sama dengan yang dialami oleh Cassie sekarang. Dan saranku hanya biarkan dirinya sendiri yang menerimamu. Itulah yang dulu dikatakan oleh Jullian ketika ia merasa sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukannya.

Tapi meskipun begitu, Jullian tidak perlu merasakan penderitaan selama bertahun- tahun seperti yang dialaminya saat ini. Lea hanya kehilangan ingatan yang hanya tidak mengingat sang suami tapi justru mengingat sang sahabat. Tapi yang dialami Jerry saat ini jauh lebih dramatis, dia mengira, ia sudah kehilangan separuh jiwanya selama dua tahun. Tidak hanya wanita yang telah sah menjadi istrinya tetapi juga anak yang sama sekali belum diketahuinya. Dan ketika bertemu kembali, sang istri rupanya tidak mengingat dirinya. Belum lagi harus menghadapi adik yang sebenarnya bukan adik yang sebenarnya, yang bahkan sangat ngotot untuk tidak melepaskan istrinya kembali padanya dengan bahagia.

Kadang Jerry berpikir, bagaimana kalau kisah hidupnya yang sedemikian tragis ini dia buatkan sebuah film atau mungkin dokumentar. Jerry yakin, dengan banyaknya kemalangan yang diterimanya. Bukannya hidupnya akan semakin bahagia, tapi malah akan di cap sebagai pria paling merana se dunia. Oh! Dan jangan lupakan Jullian. Mereka berdua mungkin sudah melakukan gencatan senjata dan terlihat baik- baik saja tapi bukan berarti mereka juga bisa dikatakan damai. Ada saat dimana mereka bersiap mengirimkan belati sebagai ganti senjata yang lainnya.

Pergerakan di sisi tempat tidur semakin membuatnya resah dan mendapati tubuh wanita itu mengeliat tidak nyaman. Keningnya berkeringat sangat banyak hingga Jerry bisa melihat baju yang dikenakan oleh Anna juga basah, lalu kemudian sebuah teriakan lepas disusul dengan kedua mata itu terbuka dengan lebar.

**
Mimpi itu...

Tidak. Itu bukan mimpi.

Itu hal yang nyata dan itu... Benar- benar terjadi.

Tubuhnya gemetar ketika kilasan- kilasan tentang apa yang terjadi masih mengelebat dalam ingatannya dan...

"Sayang, apa yang...?"

Suara itu seketika menyadarkannya dan terkesiap ketika matanya mulai fokus pada apa yang berdiri di dekatnya.

Jerry...

Jeremiah Culton...

Suaminya.

Tenggorokannya terasa tercekat hingga nyaris menyakitkan. Dia sudah mengingatnya.

Anak yang kala itu ada dalam perutnya.

Pernikahan yang sangat diimpikannya.

Senyum Jerry ketika mengucapkan janji setia.

Senandung serta tatapan yang hanya ditujukan kepadanya.

Lalu... Kejadian itu.

Tubuhnya semakin gemetar dan ketika mendengar suara yang seperti kucing yang terjepit, barulah ia sadar kalau suara barusan berasal dari suaranya sendiri.

"Ssttt... Sayang, tidak apa- apa," seperti biasa suara Jerry selalu menenangkannya dan pelukan pria itu. Entah bagaimana dia sangat merindukannya. Aroma maskulin yang selalu dikeluarkan oleh pria itu tidak pernah meninggalkan pikirannya dan semakin terpatri dalam ingatan ketika pertama kali bercinta dengan pria itu. "Kau aman denganku. Tidak apa- apa, sayang. Aku disini dan selalu disini." Pria itu mengatakannya dengan kelembutan yang sangat menyayat hati.

Dia sudah jatuh cinta dengan pria itu ketika melihatnya untuk pertama kali di Institute tempatnya belajar dan berlatih. Dan ketika mengetahui kalau pada akhirnya dia tunangkan dengan pria pujaannya itu, dia hampir tidak bisa menyadari kalau dia menahan napas dan berusaha untuk tidak melompat kegirangan karenanya.

Tapi tidak semua dongeng akan berakhir bahagia. Begitu pula dengan dirinya. Satu jam setelah kedua orang tua dari masing- masing mereka mengatakan hal itu, Jerry dengan gamblang mengatakan dia tidak menyukai dirinya. Gadis manja yang bersikap layaknya putri.

Dan demi mempertahankan harga dirinya, ia mencoba untuk bersikap tidak peduli dan mengatakan kalau ia juga tidak menyukai status hubungan mereka yang baru ini, tanpa mengindahkan perasaannya yang terluka. Hingga kemudian bertemu Matt dan itulah titik balik hingga situasi yang mereka alami ini berubah 360 derajat.

Dengan pelan, ia melepaskan pelukan Jerry dan berusaha untuk menyunggingkan senyum. Jerry dan semua orang yang memang mengenalnya sudah mengatakan hal itu padanya. Dan tidak ada yang salah dengan mereka. Tapi ada hal- hal yang memang tidak bisa diputar ulang. Meskipun ia mencintai Jerry, begitupun sebaliknya tapi ia harus ingat, ada kehidupan lain selain dari kehidupannya yang dulu.

Dan itu berhubungan dengan Patricia.

Janji yang sudah diucapkannya dulu.

Adik yang tidak pernah dimilikinya, yang kemudian akhirnya dimilikinya setelah mendapatkan kesempatan kedua.

Dan untuk itu, selalu ada harga yang harus dibayar untuk menebusnya.
Anna menarik napas dalam- dalam dan menghembuskannya, tanpa sama sekali melepaskan tatapannya dari Jerry.

"Aku mau pulang, Jerr."

***

Comments

  1. Kak rental girlfriend dilanjutin gak? Kangen sama Zoey nih��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Ntar setelah back to you kelar aja ya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

BTY - DUA PULUH SATU

BTY - DUA PULUH DELAPAN

BTY - LIMA BELAS