Posts

Showing posts from June, 2017

MASK- SPECIAL ANDERSONS

Image
"Anak itu menderita, James" ujar Laura lirih pada suaminya. Saat ini Laura memutuskan untuk mengambil tindakan dan dia tidak mau menunggu lagi. James yang tadinya sedang asyik dengan beberapa berkas diruang kerjanya seketika mendongak untuk melihat istrinya. Kedua alisnya saling bertaut menandakan kalau pria itu tidak mengerti apa yang baru saja istrinya katakan. "Menderita? Anak siapa yang menderita?" Tanya James kebingungan. Seingatnya, dia hanya punya satu anak dan seingatnya lagi, Jullian tidak pernah kelihatan menderita. Atau jangan- jangan Laura menyembunyikan sesuatu mengenai Jullian? Disisi lain, Laura mau saja menghancurkan atau mungkin sekalian merobek semua berkas yang berada diatas meja suaminya tapi apakah itu akan meredakan kejengkelannya terhadap sang suami atau tidak. Dia tidak tahu. James yang melihat istrinya hanya diam sambil menatapnya, tahu kalau istrinya sedang merajuk, maka dengan pelan dia menutup semua berkas- berkasn...

MASK- SPECIAL OLIVER SMITH

Image
Dia cantik .. . Dia menawan ... Dia memukau ... Dan... Dia seksi . Tidak ada yang menyangka kalau malam ketika Oliver bertengkar hebat dengan Bertha- istrinya adalah malam terindah yang pernah dia jumpai. Malam dimana Oliver seperti telah melihat dewi kecantikan yang menjelma turun ke bumi. Rosianna . Atau orang- orang memanggilnya... ROSE Dia bunga paling cantik yang pernah Oliver lihat. Oliver pertama kali melihatnya ketika dia tidak sengaja berada di klub malam. Waktu itu Rose merupakan bartender yang baru saja dipekerjakan. Dia memiliki wajah yang terbilang manis dengan lesung pipit yang terlihat ketika dia tersenyum dan tertawa. Suaranya juga bagai melodi musim semi yang sangat indah, matanya yang tajam tapi juga penuh kelembutan serta rambut pirang stroberinya yang semakin mempertegas penampilannya. Dibandingkan itu semua, payudara dan bokong penuh yang dimiliki oleh Rose lah yang menjadikan wanita itu sebagai fantasi liar para kaum ada...

MASK- SPECIAL COLLlN SMITH

Image
Brengsek ...! Bagaimana  mungkin? Tidak mungkin dia hamil  dengan...  dia. Pria itu. Fuck ! Collin masih tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengarnya waktu itu dan masih tidak percaya setelah melihat buktinya. Bukti yang tercetak sangat jelas dalam sebuah kertas foto. Tok... tok... Terdengar suara ketukan pintu di ruang kantornya, menampilkan sosok wanita yang selama ini diketahuinya sebagai adik yang paling menjengkelkan yang pernah dia miliki. Carla mungkin anak yang paling manja yang pernah lahir dalam keluarga Smith dan wajar saja mengingat dia adalah yang paling bungsu tapi sisi baiknya, Carla tidak suka mencampuri urusan orang lain, sangat jauh berbeda dengan adik keduanya- Marissa yang terlalu sering merecokinya dengan kalimat- kalimat datarnya apalagi jika itu menyangkut orang yang Collin cintai. "Apa yang kau inginkan?" Collin bertanya dengan nada datar. Dia cukup bisa menduga maksud kedatangan adiknya ini dan sudah...

MASK- EPILOG

Image
Lea PoV . Tunggu dulu ... apa yang...? "... Apa kau mencintaiku?" Apa ? "Jawab aku, Azalea" Kutatap dirinya mencari nada bercanda yang sama sekali tidak kudapatkan. "Apa... apa kau baru saja menanyakan apa... aku mencintaimu atau... tidak?" Kuberi dia pandangan tak percaya. Dia pasti bercanda ! Mendadak saja aku merasakan perasaan sakit hati yang teramat sangat ketika dia menanyakan hal itu. "Ya. Jadi jawab aku. Apakah kau mencintaiku atau tidak?" Ulangnya sekali lagi. Mendadak kepalaku terasa pusing. Sungguh! Berani- beraninya dia melakukan ini padaku. Aku sudah berusaha untuk tidak mempermasalahkan hubungan kami yang terasa menjadi lain dan aneh semenjak ingatanku kembali. Aku tidak tahu kenapa dia mendadak seperti itu, seperti dia... menghindariku. Apakah karena aku membuat hidupnya sulit? Karena masalah keluargaku? Aku memang sempat marah padanya karena biar bagaimana pun mereka juga adalah ...

MASK- LIMA SATU

Image
Jullian PoV . Aku tidak pernah menyangka kalau kejadian di kafe tempo hari itu membawa dampak yang cukup besar dalam kehidupan kami lagi. Maksudku aku bukan tidak senang Lea mendapatkan ingatannya kembali tapi jika harus ditukar dengan kehidupan seperti pada awal pernikahan kami, aku rasa aku akan memilih agar Lea kehilangan ingatannya lagi kalau perlu selamanya. Sudah lebih dari sebulan semenjak kejadian itu. Kala itu, Lea tidak henti- henti mengeluarkan air mata yang bahkan aku sendiri tidak tahu harus melakukan apa. Dia menangis, memukulku dan mengatakan kalau dia sangat membenciku tapi dibandingkan itu semua, apa kebersamaan kami selama ini tidak berarti apa- apa baginya? Apakah dengan kembalinya ingatannya maka kalimat yang mengatakan dia juga mencintaiku, ikut menghilang? Sungguh. Ini semakin membuatku merasa tidak masuk akal. Andai kata dia tidak sedang hamil, mungkin aku akan langsung menyudutkannya. Tidak peduli akan seperti apa nanti tapi Lea sedang hamil...

MASK- LIMA PULUH

Image
Aku baru saja selesai menyiram bunga- bunga ketika merasakan sebuah pelukan lembut dibelakangku disertai tangannya yang besar telah melingkar di sekeliling perutku. "Apa pekerjaanmu sudah selesai?" Tanyaku tidak bisa menyembunyikan senyum di bibirku. Bisa kurasakan kalau dia juga ikut tersenyum. Aku sengaja memiringkan kepalaku agar bisa memberikan dia ruang agar menyandarkan kepalanya disana dan bergidik ketika merasakan hembusan napas miliknya. "Belum. Tapi mereka bisa menunggu sementara kau tidak bisa menunggu". Jawabnya yang langsung membuatku terkekeh. "Kau tidak seharusnya melakukan itu. Itu justru membuatku merasa sangat manja" tegurku pelan tapi juga merasa senang dengan perhatiannya. Sudah hampir dua minggu semenjak kejadian aku yang mengamuk dulu dan sekarang aku sudah kembali tidur dengannya. Wow! Aku pasti sudah menjadi jalang karena sering menggodanya dan siapa suruh dia selalu terlihat menggiurkan. Bukan salahku...

MASK- EMPAT SEMBILAN

Image
Lea PoV . Tepat pada saat kupikir hatiku tak mungkin lebih buruk lagi, aku melihat orang mati duduk di dihadapanku. Jerry tengah menatapku seakan aku baru saja menumbuhkan dua buah tanduk dari atas kepalaku, yang mana sama sekali itu tidak mungkin. "Jerry, ayolah. Kau mendengarkanku kan? Maksudku dia baru saja datang tapi seketika menjadi marah. Tapi bukan itu intinya. Intinya adalah dia mengusir kedua orang tuaku tepat didepan kedua mataku" Aku mencoba menjelaskan alasan kemarahanku pada Jullian hari ini. Kemudian, setelah jeda yang hanya satu tarikan napas, akhirnya Jerry mulai mengeluarkan suaranya yang bahkan entah bagaimana membuatku merasa kalau dia akan mendukungku. "Aku setuju dengan apa yang dilakukan Jullian pada mereka" Aku melonggo, semakin tidak percaya dengan apa yang baru saja kudengar. "Kau bercanda, kan?" Tanyaku sekedar memastikan kalau dia hanya ingin membuatku semakin marah lagi tapi yang kulihat Jerry bahkan tida...