IY - DUA BELAS
Hal paling menyenangkan yang bisa dipikirkan oleh Jerry saat ini adalah ketika melihat gadis yang duduk dihadapannya sedang memberinya tatapan seakan ingin membunuhnya tanpa ampun.
Jerry berusaha menutupi senyumnya dengan memperlihatkan wajah tanpa ekspresi miliknya dan membalas tatapan Cassie. Dia tahu kalau gadis itu sedang berusaha menutupi kegelisahannya dengan bersikap biasa- biasa saja yang sebenarnya percuma.
"Jadi..." Brandon berkata sangat lambat dan Cassie merasa seperti sedang diadili oleh sipir penjara. "Apa yang terjadi pagi tadi adalah benar?" Tanyanya sementara sorot matanya menatap tajam Cassie.
"Demi Tuhan, Brandon! Tidak ada yang terjadi diantara kami." Cassie mengatakannya dengan histeris. Baginya saat ini Brandon seperti ayah yang kelewat protective terhadap putrinya dan Cassie merasa seperti anak ABG yang sedang dimarahi. "Kalau kau mau menyalahkan seseorang, salahkan sahabatmu itu yang dengan seenaknya masuk ke kamar orang lain!" Serunya menunjuk Jerry yang memang mengambil tempat duduk di samping Brandon.
Sekilas Brandon melirik Jerry kemudian menghela napas. "Baiklah," ujarnya. "Mungkin ini bukan kapasitasku untuk melarang kalian melakukan itu," Cassie baru akan menyela ketika kembali mendengar suara Brandon. "Tapi Jerr, usahakan untuk menggunakan kondom atau pengaman yang kau tahu. Cassie sepertinya masih belum siap untuk memiliki bayi dalam waktu dekat ini."
Sontak kedua mata Cassie membelalak, tidak percaya atas apa yang didengarnya barusan. Bisa- bisanya Brandon menyarankan hal seperti itu pada... pada... Cassie tidak sanggup menyuarakan apa yang sedang dipikirnya sementara itu Claire dan Elena mencoba untuk tidak tertawa terbahak- bahak mendengar penuturan Brandon barusan meskipun Cassie sempat melihat Elena yang memukul pelan tangan suaminya.
"Thanks sobat karena mau mengerti." Ujar Jerry yang dibalas anggukan pelan dari Brandon.
Semua kejadian hari ini seketika membuat kepala Cassie pusing. Dia mengira ketika Brandon memintanya untuk bertemu, Brandon hanya ingin bertemu dan mengajaknya makan malam seperti yang biasa dilakukannya tapi ternyata semua itu hanyalah khayalannya semata.
"Tapi... tapi bukankah seharusnya kau marah? Setidaknya itu yang tadi kau tunjukkan." Kegelisahan Cassie mulai berganti menjadi tidak percaya. Seharusnya Brandon menunjukkan sikap sebagai seorang sepupu yang baik dan bukannya seakan memperbolehkan Jerry melakukan itu padanya terlepas dari hubungan persahabatan yang terjalin diantara mereka tapi apa yang dilihatnya saat ini justru malah sebaliknya. Brandon cenderung seperti membela pria itu.
"Aku memang marah, Case," Cassie memicingkan matanya curiga. "Tapi seperti kataku tadi, bukan kapasitasku untuk menahan hormon menggebu- gebu kalian. Kalian sudah bertunangan dan kemungkinan besar sebentar lagi kalian akan menikah- setidaknya itu yang diceritakan oleh ibumu padaku," mulut Cassie seketika terbuka lebar dan matanya membesar. "Selama aku tidak mendengar Jerry yang memaksamu. Kupikir sah saja jika kalian melakukan seks." Dan Cassie merasa rahangnya jatuh ke lantai mendengar seluruh kalimat Brandon padanya.
"Ingatkan aku untuk tidak membawa Elena ke suatu tempat dan mengurungnya hingga kau tidak bisa lagi berhubungan seks dengannya." Ucap Cassie seraya sengaja menekan hubungan dan seks dalam kalimatnya, membuat baik Brandon, Elena dan Claire tertawa. Lalu Cassie mengalihkan tatapannya pada Jerry yang tampaknya terlihat senang melihat sesuatu yang dianggapnya sebagai penindasan terhadapnya. "Kuharap kau senang melihat seluruh keluargaku justru malah berpihak padamu." Sinisnya.
Jerry mengendikkan bahunya, pura- pura tidak mempermasalahkan apa yang barusan dikatakan oleh tunangannya itu.
"Tidak ada yang salah dengan itu. Mereka semua mengerti kalau kita berdua adalah orang dewasa yang tahu sampai dimana batasnya."
Cassie berusaha untuk tidak mendengus, mengalihkan pikirannya pada hal- hal yang positif seperti yang diajarkan Chandra padanya.
Bernapas... ya, dia harus bernapas... lalu hembuskan... sekali lagi. Tarik napas... hembuskan... tarik napas... hembuskan...
Tidak ada gunanya ia berdebat sekarang. Cassie masih ingat bagaimana ekspresi yang ditampilkan oleh Monica, ibunya itu dan Claire ketika mendapati posisinya bersama Jerry di kamarnya. Siapapun yang melihat posisinya dan Jerry pasti akan salah sangka lagipula siapa yang akan menduga tepat ketika Cassie berontak ingin melepaskan diri, Jerry justru malah berbalik hingga posisinya kala itu adalah dia yang berada diatas Jerry, belum lagi dia dalam kondisi yang well, Cassie tidak mau memikirkannya tapi setengah telanjang meskipun masih ada baju yang melekat di tubuhnya tapi bajunya itu tersingkap hingga memperlihatkan pinggangnya ditambah lagi tangan Jerry berada di tempat itu. Untuk sesaat Cassie berharap dia dapat berada di tempat dimana orang- orang bisa memberinya privasi dan bukannya menjadikan seluruh kisah hidupnya menjadi rahasia umum dikalangan seluruh keluarga, tentu saja ada satu yang setidaknya tidak diketahui oleh keluarganya, oh! Mungkin memang tidak ada karena Elena dan Claire mengetahuinya.
"Sudahlah, Case. Jangan meributkan ini lagi. Aku dan Elena percaya kalau sama sekali tidak ada yang terjadi diantara kalian tadi pagi." Sahut Claire menghibur tapi Cassie tahu kalau Claire mencoba untuk tidak tertawa, membuatnya mendengus.
"Oh," Cassie mencoba untuk tidak mengubris selaan Jerry tidak lama kemudian. "Kenapa bisa Cassie menjadi Case dan sejak kapan Cassie bisa bermain alat musik selain piano?"
Cassie seketika mendongak dan memberi Jerry tatapan jengkel. "Tentu saja aku bisa. Apa salahnya dengan itu?"
"Kurasa kau salah memahami pertanyaanku." Jerry membalasnya. "Kenapa kau bisa dipanggil Case dan Cassie disaat yang bersamaan dan kenapa kau tidak pernah memberitahuku kalau kau bisa bermain gitar dan belum lagi penampilanmu yang sangat berubah ketika berada di kafe Josh kemarin. Siapa yang berusaha kau bodohi?"
Cassie merasa ingin menusuk garpunya di wajah pria itu. Sekalipun dia menyukai pria itu tapi ada saat dimana dia juga membencinya. Dia mencintai dan membenci Jerry disaat yang bersamaan dan hal itu membuat perasaannya menjadi tidak karuan.
Cassie baru akan menjawab ketika perkataannya di potong oleh Elena yang sepertinya mengerti kalau Cassie sudah sangat jengkel dengan harinya seharian ini. Claire sempat memberitahukan tentang kejadian di tempat yoga tadi padanya meskipun tidak terlalu spesifik.
"Cassie hanya melakukan semua itu di waktu senggangnya dan bukankah Cassie kemarin sangat keren ketika bermain gitar? Dia begitu menikmatinya, iya kan?" Tanya Elena menimpali.
Sejenak Jerry menatap Elena kemudian kembali kearah Cassie. "Ya. Dia sangat bebas dan cantik ketika melakukannya." Jawab Jerry.
Mungkin kalau Cassie sedang minum, bisa saja dia akan langsung tersedak atau bisa saja gelas minumannya akan sekalian ia telan tapi ia baru saja menghabiskan minumannya dan tangannya juga bebas, tanpa memegang apa- apa. Dia juga yakin kalau dia sudah membersihkan telinganya dan tidak mungkin sesuatu yang berwarna kuning seperti mentega itu sudah menumpuk didalam telinganya- menyumbat pendengarannya.
"Apa kau meminum sesuatu yang di campur ke dalam minumanmu?" Hanya itu satu- satunya yang terlintas dalam benaknya. Ya, seseorang sudah memasukkan sesuatu ke dalam minuman pria itu dan sesuatu itu adalah sesuatu yang sangat berbahaya dan mematikan.
Tidak ada yang bersuara diantara mereka hingga Jerry lah yang pertama kali tertawa kemudian disusul oleh Brandon. Claire dan Elena hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Kurasa hidupku tidak akan se-dramatis seperti yang dulu kupikirkan ketika pertama kali mengetahui akan bertunangan denganmu. Aku mungkin salah sangka dulu dan kemungkinan besar akan jauh lebih menyenangkan." Ucap Jerry disela tawanya seraya terus mengarahkan pandangannya pada Cassie yang tidak mengerti.
"Kau tahu? Tidak satupun dari perkataanmu yang ku mengerti." Balasnya
"Aku mengharapkan itu." Membuat Cassie memutar kedua bola matanya setelah mendengar balasan dari Jerry.
"Aku masih ingat dengan pernyataanmu ketika di rumah sakit dulu."
Ucapan Jerry membuat kedua kening Cassie saling bertaut. "Dan?"
"Kau mencintaiku, bukan?" Tidak ada suara. "Karena aku juga mencintaimu."
Cassie merasa otaknya hancur lebur dan jantungnya seakan ingin melompat keluar dari rongganya. Dia memang pernah mendengar Jerry mengatakan kalimat itu padanya dan itu juga ketika ia berada di rumah sakit tapi apakah itu seperti yang Cassie rasakan pada tunangannya itu? Cassie bukannya tidak ingin mempercayai kata cinta yang diucapkan oleh Jerry padanya. Hanya saja sulit baginya untuk mempercayai hal itu, mengingat sejak awal Jerry tidak pernah menunjukkan ketertarikannya pada pertunangan mereka, belum lagi pria itu pernah pergi selama beberapa bulan karena menolak dijodohkan dan bertemu dengan seorang wanita yang Cassie ketahui sempat Jerry sukai. Jadi bagaimana mungkin Jerry mendadak mengatakan ia mencintainya?
Hanya satu yang bisa Cassie pikirkan saat ini, dan itu adalah karena Jerry bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada mereka tadi pagi dan sempat terlihat oleh ibunya dan juga Claire. Kalau bukan itu maka memang ada sesuatu yang tercampur dalam minuman pria itu yang membuatnya mengatakan hal tidak masuk akal saat ini.
Cassie merasa perasaannya linglung. Tepat ketika ia berusaha untuk menghilangkan perasaannya dan tidak memperdulikan semuanya, justru semakin membuat perasaannya pada pria itu semakin menggebu- gebu. Aku pasti sudah gila. Ucap Cassie dalam hati.
Claire yang menyadari sikap diam Cassie mengira kalau sepupunya itu hanya terlalu lelah menjalani harinya. Belum lagi ketika di kelas yoga tadi, Claire hampir merasa yakin kalau Cassie melihat orang itu tapi setelah melihat sikap Cassie yang biasa- biasa saja membuatnya berpikiran kalau bisa saja dia hanya salah lihat tapi tidak urung dia juga menceritakan pada Elena, dia tidak mau hanya dia yang mengalami sakit kepala karena memikirkannya.
"Sepertinya hari sudah semakin malam. Sebaiknya kita juga pulang." Usul Claire yang langsung dibalas oleh Elena.
"Ya. Aku juga sudah terlalu lama meninggalkan si kembar dan si kecil Shane di rumah."
Cassie berjalan beriringan dengan Claire disampingnya sementara Jerry berjalan bersama dengan Brandon dan Elena ketika mendadak Cassie merasa lengannya ditarik secara tiba- tiba membuat Claire yang kaget terkesiap dan tentu saja hal itu membuat Brandon, Elena dan Jerry yang berjalan dua langkah didepannya mendadak berhenti dan berpaling.
Sementara itu, belum sempat Cassie meredakan perasaan kagetnya ketika mendadak ia merasakan benda kenyal dan basah menyentuh bibirnya.
"Aku merindukanmu, baby." Dan segera saja Cassie merasakan bulu di tengkuknya berdiri mendengar suara penuh penekanan dan posesif itu di telinganya.
***
Comments
Post a Comment