IY - LIMA BELAS

Cassie terbelalak- tidak menyangka akan kehadiran sosok pria dihadapannya. Untuk ke sekian kalinya dalam jangka waktu satu menit, dia bolak- balik melihat wajah orang- orang di sekeliling seakan meminta penjelasan bahwa ini bukan sekedar dalam khayalannya atau dia yang mulai berfantasi yang tidak- tidak.

"Dasar anak ini," suara Monica- ibunya mendadak terdengar ke telinganya- membawanya kembali ke alam nyata. "Bukannya senang tunangannya datang, eh ini malah diam dan terlihat bodoh."

Claire berusaha menyembunyikan tawanya dengan menyamarkan dengan sebuah batuk kecil yang terdengar gagal dan Elena maupun Brandon sama- sama menampilkan senyum misterius.

"Apa yang kau..."

"Aku merindukanmu, sayang." Ucap Jerry disusul dengan Cassie yang merasakan keningnya di sentuh oleh bibir pria itu.

Cassie tidak tahu harus membalas apa. Gadis itu hanya bisa mematung di tempatnya, masih berdebar- debar karena sensasi yang baru saja ditimbulkan akibat ulah Jerry.

"Maaf. Aku sedikit agak telat tadi," kali ini Jerry mulai menyusuri sekitar pipi Cassie- membuat udara disekitarnya seakan disedot keluar.

"Jerr, jangan lakukan itu padanya. Kau bisa membuatnya mati kehabisan napas." Sahut Claire yang langsung disusul oleh suara tawa orang- orang di sekitarnya.

"Oh benarkah?" Jerry tersenyum penuh arti sembari menatap wajah tunangannya lebih seksama dan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir tunangannya- membuat kedua mata Cassie kembali membelalak.

"Astaga anak ini," Tessa Culton yang juga ikut menyaksikan mini konser Cassie seketika mengerang. "Apa kalian sama sekali tidak bisa melihat ada orang tua disekitar kalian?" Erangnya tapi tidak bisa menyembunyikan perasaan puas di wajahnya.

Cassie yang mendengar kalau dia ikut dipersalahkan atas kejadian yang tidak diperbuatnya mendadak merasa tidak terima.

"Aku tidak melakukan apapun." Bantahnya yang seketika menghadirkan gelak tawa dari semua orang.

"Oh, akhirnya dia bicara." Ucap Claire lagi- lagi membuat tawa pecah diantara mereka.

Cassie memalingkan wajahnya pada Jerry yang sekarang berdiri disampingnya sementara sebelah tangan pria itu ditempatkan di pinggang Cassie. Untuk satu hal yang tak dimengertinya, apa yang membuat pria itu datang ke pertunjukkannya? Selama ini pria itu selalu menolak apapun termasuk datang untuk melihat pertunjukkan yang selalu dibawakannya bahkan di awal- awal, dia bahkan harus melakukan suruhan dari masing- masing orang tua mereka agar membawakan tiket konsernya pada pria itu yang langsung di tolak atau kalau beruntung, Jerry akan langsung memberikannya pada orang lain yang pertama mereka temui jadi kenapa sekarang dia...?

Kita akan memulai semuanya dari awal. Bisakah kau memberikanku satu kesempatan lagi?

Itulah kalimat yang dilontarkan Jerry di dapurnya kala itu dan mereka sudah sepakat akan memulai dari awal lagi tapi hal itu masih terlalu mendadak buat Cassie yang sebelumnya tidak pernah merasakan hal seperti ini. Dia tahu kalau dia mencintai pria itu dan Jerry juga mencintainya (itu yang sedang berusaha diyakininya saat ini) tapi sulit rasanya jika selama ini kau tidak pernah mendapatkan perasaan yang sama dan kemudian semua itu malah berbalik. Meskipun dulunya Cassie sudah menyerah tapi perasaan itu masih ada dan ketika perasaan itu bersambut, entah kenapa ia mulai merasa takut.

"Cassandra?" Suara tenang itu kembali membawanya keluar dari lamunannya dan mengerjap ketika ia sudah berdua bersama Jerry di tempat...

Pantai?

Cassie terdiam selama beberapa menit sementara matanya mulai tertuju pada hamparan air didepannya. Dia bahkan tidak tahu kapan dia masuk ke dalam mobil Jerry dan bagaimana bisa dia tidak menyadari kalau orang- orang termasuk kedua orang tuanya telah pergi meninggalkan dirinya agar bisa berdua dengan Jerry.

"Apa yang kau pikirkan?"

Cassie berpaling, menatap Jerry dan melihat sepasang mata itu sedang balik menatapnya. Pria itu masih sangat tampan, seperti lima hari yang lalu. Lima hari tanpa bertemu pria itu karena kesibukan masing- masing membuatnya baru menyadari kalau perasaannya pada pria itu sangat besar.

"Apa yang kita lakukan disini?" Cassie mencoba mengalihkan kalimatnya dan mulai memandangi laut dimana matahari sebentar lagi akan terbenam.

Jerry mendesah pelan. Dia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh tunangannya itu. Hubungan mereka tidaklah seperti hubungan yang dulu dijalani Brandon - Elena atau Lea - Jullian. Hubungannya dengan Cassie jauh lebih kompleks dan rumit dari yang selama ini diduganya.

Elena sudah menceritakan tentang Matt, pria yang pernah menjalin hubungan dengan Cassie secara diam- diam meskipun tidak berlangsung lama karena sebuah masalah. Masalah yang sama sekali baik Elena maupun Claire tidak ingin memberitahukannya. Brandon bahkan ikut terkejut ketika mengetahui kalau sepupunya itu pernah menjalin hubungan dengan pria lain.

"Kau ingin keluar?"

Cassie mengangguk lalu mulai membuka pintu mobil Jerry, meninggalkan Jerry lebih dulu.

"Kurasa kau masih belum bisa menerima semua perubahan ini, iya kan?" Tebak Jerry seraya memeluk Cassie dari belakang sementara keduanya memandangi matahari yang sebentar lagi akan terbenam.

Cassie tersenyum sebagai permulaan tapi ikut menaruh kedua tangannya di atas tangan Jerry.

"Tidak juga." Jawabnya

"Dan kenapa aku merasa kalau itu mengandung arti yang lain."

"Dan memang lain." Cassie tertawa ketika mendengar Jerry mendengus dibelakangnya.

"Kita akan mencobanya, Cassandra." Katanya, membuat Cassie membalikkan badannya agar bisa menatap wajah itu. "Aku mencintaimu- dan mungkin sedikit agak terlambat tapi aku ingin menikah denganmu dan menjadi pria yang kau cintai. Pertunangan ini- aku ingin semuanya berjalan dengan baik begitupun dengan pernikahan kita kelak- memiliki keluarga kecil tapi hal ini tidak akan berarti apa- apa jika kau masih belum merasa yakin padaku." Jerry menatap wajah didepannya selama beberapa detik. Membiarkan ia menikmati wajah itu kemudian melanjutkan. "Biarkan kita mencobanya dan berikan aku satu kesempatan lagi untuk memperlihatkan semuanya padamu- tidak secara sekaligus tapi pelan- pelan."

Cassie mengerjap lalu mendadak ia menyunggingkan senyumnya.

"Kau pasti sudah memikirkan semua kalimat itu dari tadi," katanya mencoba untuk bercanda karena saat ini jantungnya berdetak karena pengakuan Jerry yang tak disangkanya tapi melihat ekspresi yang ditampakkan oleh pria itu membuatnya mengurungkan niatnya untuk menggoda Jerry lebih jauh lagi, seraya mengangkat kedua lengannya dan mengalungkan di sekitar leher Jerry. Cassie mulai berkata. "Aku tidak menyalahkan atas apa yang sudah terjadi di masa lalu, Jerr. Aku sudah menerima kenyataan kalau kau orang yang hanya mementingkan diri sendiri, sombong, angkuh, tak tahu diri dan juga psiko tanpa memperdulikan perasaan orang lain."

Kedua alis Jerry seketika saling bertaut. "Psiko?" Tapi ketika ia mengatakannya, ada perasaan geli mendengar kosa kata yang baru saja dikeluarkan oleh gadis didepannya.

Cassie mengangguk, tidak berniat menarik kembali kalimatnya ketika kemudian menghela napas. "Harusnya aku tidak semudah itu menyerahkan hatiku pada pria sepertimu." Ujarnya pura- pura kesal kemudian tersenyum. "Tapi yang aku tahu kalau aku mencintai pria psiko tak tahu diri ini. " Senyum Cassie semakin lebar. "Aku mencintaimu, Jeremiah Culton."

Jerry seakan ikut melayang mendengar pengakuan Cassie barusan dan tanpa menunggu lagi, Jerry mendaratkan bibirnya ke bibir milik Cassie tepat ketika matahari benar- benar terbenam disamping mereka.

"Aku juga mencintaimu, Cassandra Ann Swan."

***

Comments

Popular posts from this blog

BTY - DUA PULUH SATU

BTY - DUA PULUH DELAPAN

BTY - LIMA BELAS