Review: Dear Zindagi

Kali ini aku mau mengulas film yang semalam aku tonton. Yep, Dear Zindagi a.ka Dear Life.


Alia Bhatt yang berperan sebagai Kaira adalah seorang cinematography yang sangat berbakat. Dia selalu bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain tapi meskipun begitu kehidupan cintanya gak selalu sejalan dengan karirnya.

Awal cerita aku mulai bertanya, apa yang menyebabkan dia selalu tampak murung jika berada sendirian. Tidak terlalu suka barang yang tersusun rapi dan yang paling penting dia menolak jika kehidupan asmaranya mulai mengarah ke hubungan yang serius (disini dia mengingatkan aku pada seseorang)

Singkat cerita, ketika dia pulang ke Goa (tempat kelahirannya). Disitulah dia bertemu Dr. Jehangir atau Jug, diperankan oleh Shahruk Khan. Dia adalah seorang psikolog yang berpikiran bebas.

Kaira bermaksud mendiskusikan tentang masalahnya yang berakibat pada dirinya yang tidak bisa tidur, dalam hal ini Insomnia.



Kalian pasti tahu bagaimana sulitnya membicarakan apa yang kita rasakan dan pikirkan pada orang yang baru saja kita temui tapi dengan pendekatan yang tidak terlalu menggurui, malah kayak santai banget (begitu kali pembawaan Psikolog). Jug ini mulai membuka sedikit demi sedikit tabir dalam hidup Kaira. Dan salah satunya menyangkut tentang kenapa dia tidak bisa menjalani hubungan yang serius.

Ada sebab, ada akibat. Itulah yang aku pikirkan ketika menonton film ini dan cara Alia menggambarkannya sangat total (well, jika kalian belum nonton Highway. Nonton gih. Disitu juga dia keren!)

Ada kalimat yang aku sukai didalam film ini.

Ketika kau berada ditempat dimana banyak sofa yang dijual. Kau tidak akan langsung mengambil apa yang pertama kau lihat, melainkan kau mencari sofa yang lain agar bisa merasakan kecocokan dalam dirimu. Begitu halnya dalam hubungan. Kau tidak akan bisa langsung menemukan seseorang yang tepat jika kau tidak melihat yang lainnya. Intinya adalah hidup adalah tentang memilih.

Jangan biarkan masa lalumu menghancurkan masa depanmu.

Jangan takut akan orang- orang yang menghakimimu, jangan terlalu keras akan dirimu sendiri.

Yep. Kurasa film ini mengajarkan banyak kisah yang bahkan kadang kita sendiri tidak sadari. Kehidupan pertama yang kita lihat, mengajarkan kita akan kehidupan selanjutnya, tidak peduli apakah itu baik atau buruk. Orang- orang lebih mudah menghakimi pada apa yang ingin mereka lihat, bukan apa yang mereka ingin dengar.

Intinya, ada sebab, ada akibat.

Sebabnya itulah yang mengakibatkan.

Jalani hidupmu selagi bisa. Karena hidup hanya datang sekali. Bukan dua kali, dear Zindagi.





Comments

  1. Itu nanti ending romancenya sama SRK? Ato ada pemeran kedua cowonya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak. SRK disini cuma kayak sebagai pemeran pembantu ato apalah itu namanya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

BTY - DUA PULUH SATU

BTY - DUA PULUH DELAPAN

BTY - LIMA BELAS