FIGHT - TIGA

"Boleh duduk di sini?" Suara berat Nick mengalihkan percakapan antara Viona dan Ana, yang membuat Viona nyaris tersedak makanannya sendiri melihat dua orang laki- laki yang paling di incar di seantero kampus ini berada dihadapannya.

"Bagaimana? Apa kami di perbolehkan untuk duduk disini?" Tom menimpali. Sebenarnya dalam hati Tom tertawa melihat mimik muka kedua gadis ini. Kedua mata gadis ini membesar karena kaget apalagi Ana yang terlihat makin besar karena dibingkai dengan kacamatanya.

"Eh silahkan". Ana yang pertama kali sadar dari kekagetannya seraya memperhatikan sekelilingnya dan mendapati seluruh pengunjung kantin justru sedang menatap kearah mereka berempat.

"Silahkan lanjutkan percakapan kalian tadi. Anggap kami tidak ada disini." Ucap Tom membuat Ana dan Viona saling melihat.

"Eh itu... itu bukan sesuatu yang penting kok, iyakan Ann?" Viona menjawab sambil memberikan Ana tatapan penuh arti.

"Eh i...ya". Balas Ana tergagap.

"Kuharap aku tidak menganggu kalian." Ujar Nick tersenyum yang semakin membuat Ana membelalakkan matanya karena menyadari Nick justru tersenyum padanya. "Jadi namamu Anastasia?"

Ana dan Viona kompak melonggo terutama Ana.

"Eh bagaimana kau bisa tahu namaku?" Tanya Ana bingung sambil memberi Viona tatapan penuh arti yang dibalas oleh gadis itu dengan mengendikkan bahu.

"Bukankah itu memang namamu?" Nick menoleh kearah Tom meminta penjelasan tapi sama halnya dengan Viona, Tom juga tampak kebingungan.

Ana tergagap menyadari kealpaannya. "Eh ku...kurasa orang- orang di sini memanggilku Ana atau nerd."
Wajah Nick seketika berubah lega sementara itu Tom berusaha menyembunyikan rasa gelinya.

"Apa kau lebih suka dipanggil nerd?"

Untuk sesaat Ana mengerjap- ngerjapkan matanya semakin merasa terlihat bodoh. Viona masih tidak bisa mengalihkan wajahnya antara Nick dan Ana dan dalam hati heran dengan sikap Nick yang tidak biasanya terhadap lawan jenis.

"Eh tidak." Ana menunduk malu atas semua pertanyaan yang membuatnya terlihat konyol apalagi dihadapan kedua pria ini.

"Jadi apa maksudmu Anastasia?"
Sontak Ana mengangkat kepalanya menghadap Nick. Keningnya berkerut dan apapun yang dilakukan Ana selalu membuat Nick merasa terhibur.

"Orang- orang juga memanggilku Ana dan bukannya Anastasia." Imbuh Ana merasa tidak nyaman dengan tatapan yang diberikan Nick padanya.

"Jadi kau tidak senang di panggil Anastasia?"

"Bukan itu maksudku."

"Jadi apa yang kau maksudkan, Anastasia?"

Ana dan Nick sama- sama saling menatap. Ana melihat pria yang duduk di depannya dengan perasaan bingung sementara Nick menikmati memandang dan berbicara dengan gadis yang selama ini sering menganggu pikirannya. Ternyata gadis didepannya ini tidak mampu menyembunyikan perasaannya. Dia seperti buku yang terbuka dan itu membuat Nick ingin lebih mengenal Ana dan harus memilikinya.

"Kenapa itu penting buatmu Nick?" Akhirnya Ana tidak bisa menahan rasa kesalnya. Kenapa dia ngotot untuk terus memberiku pertanyaan- pertanyaannya?
Tanpa Ana duga sebelumnya Nick tersenyum.

"Aku tidak tahu ternyata kau semenarik ini." Ujar Nick membuat Ana terbelalak dan langsung memberikan Viona tatapan apa-dia-benar-benar-Nick? Dan sebagai balasan Viona hanya bisa mengangkat bahu tidak tahu.

"Apa kau mau melihatku bertarung sabtu ini?" Tanya Nick tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Ana.

"Bertarung?"

"Ya. Di d' Roses."

Ana semakin terbelalak. " kau mengajakku?"

Nick langsung menopang dagunya dengan tangan kanannya, masih tidak melepaskan tatapannya. "Itu yang tadi kulakukan. Jadi apa kau mau?"

"Eh a..aku rasa itu bukan tempat yang cocok tuk ku datangi." Ana menjawabnya tergagap masih bingung kenapa sikap Nick padanya.

"Jadi apa itu berarti kau menolakku?" Nick sudah tahu akan jawaban yang akan diterimanya dari gadis yang menjadi pujaannya. Itulah sebabnya kenapa dia tidak terlalu kaget mendapati Ana yang menolak ajakannya.

"Eh bukan itu maksudku. A...aku tidak terbiasa datang ke tempat itu." Atau lebih tepatnya itu tempat yang sering di datangi Jack dan aku tidak mau jika harus bertemu dengannya di sana.

"Sudahlah Nick, kau tidak bisa memaksa Ana untuk ikut denganmu." Imbuh Tom yang sedari tadi hanya diam memandang pembicaraan kedua orang ini. Menurutnya Ana tidak seperti gadis kebanyakan yang sering mengejar- ngejar Nick bahkan dia sering membalas kata- kata yang kebanyakan gadis lebih suka mengikuti saja.

"Hm, padahal aku ingin kau datang sabtu ini". Ujar Nick lagi

"Kenapa?"

"Karena aku ingin melihat kau mendukungku."

Tanpa sadar Ana menghela napas. "Aku akan mendukungmu Nick tanpa harus datang."

"Benarkah?" Tahu- tahu Nick kembali tersenyum. " baiklah sudah kuputuskan".

"Apa yang sudah kau putuskan?" Ana bertanya bingung seraya memandang Viona dan Tom meminta jawaban. Viona masih belum pulih dari keterkejutannya sejak Nick memutuskan untuk duduk bersama mereka sementara Tom sudah menduga apa yang akan dilakukan sahabatnya ini.

"Tidak ada alasan untuk kau menolakku. Jangan menyukai orang lain selain diriku, okey Anastasia?"

"A...apa?"

***

Comments

Popular posts from this blog

BTY - DUA PULUH SATU

BTY - DUA PULUH DELAPAN

BTY - LIMA BELAS