SHADOW - DUA

"Dasar brengsek! Di mana lagi kau menabrakkan mobilku?"

Ethan memandangi Ian tidak mengerti sekaligus tidak tahu harus berkata apa. Entah kenapa setiap kali pria yang bernama Ian ini meminjam barangnya, barang itu pasti selalu kembali dalam keadaan tidak utuh dan kali ini bagian belakang mobilnya ringsek yang diasumsikan oleh Ethan sebagai hasil tabrakan.

"Sori mate. Tidak sengaja, lagipula tidak terlalu parah. Aku akan membawanya ke mekanik sore ini."

Ethan menghembuskan napasnya pelan, menyerah. "Terserahlah tapi pastikan kau menyelesaikannya sebelum akhir minggu ini."

"Sip"

Ethan berjalan lebih dulu diikuti oleh Ian disampingnya memasuki sebuah bangunan yang membawa mereka menuju sebuah koridor kemudian berbelok ke sebuah ruangan yang sedikit lebih besar tapi memiliki penerangan yang minimalis.

"Jadi wanita mana lagi kali ini?"

Senyum Ian seketika mengembang mendengar pertanyaan Ethan disampingnya, membuatnya mau tidak mau menggelengkan kepalanya.

Ian adalah pria peranakan Itali- Prancis. Suatu perpaduan pria playboy yang sangat sempurna di mata kaum hawa. Entah sudah berapa banyak wanita yang di kencaninya minggu ini, Ethan tidak ingin memikirkannya.

"Aku bertemu dengannya sebelum ke sini." Desah Ian dengan mata berbinar, membayangkan sosok wanita itu.

Ethan baru saja akan membuka berkas kasus yang berada diatas meja ketika mendadak kesadaran menghantamnya. Diamatinya raut wajah Ian yang sudah mengambil tempat duduk didepannya, masih dengan senyum yang tercetak diantara kedua bibirnya.

"Jangan bilang kalau orang yang menabrak mobilku adalah seorang gadis?"

Pertanyaan bodoh!

Sudah jelas ada seorang wanita yang terlibat di sini kalau tidak, tidak mungkin si playboy karatan ini melepaskan si penabrak itu dengan mudah.

"Ya dan dia sangat menarik." Lagi- lagi Ian mengucapkannya dengan suara penuh kekaguman.

Yang benar saja! Sejak kapan seorang Ian tidak menganggap seorang wanita tidak menarik? Bahkan jika kucing yang memiliki vagina bisa di pacarinya, mungkin dengan senang hati dia akan melakukannya. Geram Ethan dalam hati.

"Jadi apa dia bertanggung jawab?" Tanya Ethan. Dia berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya. Toh, pria itu sudah mau bertanggung jawab meskipun bukan dia yang melakukannya, lalu kemudian melanjutkan membuka berkas dan menelitinya satu- satu. Begitu banyak kasus yang telah terjadi beberapa hari belakangan ini.

"Apa kau gila? Tentu saja tidak. Membuat seorang wanita membayari seorang pria adalah dosa besar. Kau sudah tahu itu." Ian menjawab merasa tersinggung atas pertanyaan yang dilontarkan rekan kerjanya itu.

Ethan baru saja akan membalas ketika pintu ruangan tempat mereka dibuka, menampilkan pria lain yang tak kalah tampan dari mereka berdua.

Sama dengan Ethan dan Ian, Nick juga adalah rekan kerja yang handal. Hanya saja dia sudah menikah dengan wanita yang menjadi pacarnya di bangku kuliah dulu dan sudah memiliki tiga anak yang sangat lucu dan menggemaskan kemudian dipindah tugaskan tepat ketika kelahiran anak yang paling bungsu.

"Ada apa?" Nick bertanya bingung dengan tatapan yang dilontarkan oleh kedua pria didepannya dengan heran. "Oh iya Ethan, tadi aku melihat bagian belakang mobilmu. Apa kau baru saja di tabrak?" Nick mengarahkan pertanyaannya pada Ethan, membuat Ethan mendengus.

"Kau melontarkan pertanyaan yang salah padaku sobat. Ian yang melakukannya." Ethan menjawab dengan wajah kesal.

Nick terdiam tapi juga mengalihkan pandangannya pada Ian yang hanya menekuk kedua bibirnya, mencibir dan tidak lama kemudian dia mulai tertawa terbahak- bahak.

"Kutebak ini semua ada hubungannya dengan wanita." Tebak Nick langsung semakin membuat Ian mencibir dan Ethan yang semakin kesal.

"Sudahlah. Bagaimana keadaan Ana dan para malaikat kecilmu?" Ethan betul- betul tidak ingin memikirkan keadaan mobilnya yang rusak.

"Ana dan Charlie baik- baik saja," ucap Nick mengawali. Kali ini tanpa tawa didalamnya. "Tapi Chloe sepertinya tidak. Entah berapa kali Ana harus berurusan dengan pihak sekolah karena masalah Chloe."

Kali ini gantian Ethan dan Ian yang kompak tertawa. Mereka tahu diantara ketiga anak Nick, Chloe lah yang mendekati Nick dalam hal berkelahi meskipun alasan yang dikemukakan oleh Chloe masuk akal yaitu demi membela saudara kembarnya, Charlie, tapi berkelahi di umur yang baru menginjak 7 tahun bukanlah hal yang perlu dibanggakan meskipun kadang Nick harus berterima kasih pada sikap preman anak perempuannya itu karena telah menjaga saudaranya.

Disisi lain, Ana sangat tidak setuju dan menentang dengan keras sikap Chloe yang sudah gemar berkelahi di usia dini meskipun dia dulunya juga seorang petarung tapi Ana bertekad tidak ingin membuat keluarganya juga ikut merasakan hal yang sama. Meskipun saat ini Nick bekerja di tempat yang penuh perkelahian yang sesekali menggunakan senjata dan jika salah langkah, bisa berujung pada kematian.

Ya. Mereka bertiga. Nick, Ethan dan juga Ian adalah agent yang direkrut oleh FBI yang mencakup mata- mata dan pengawal. Ketiga orang ini sudah dikenal luas di kalangan pemerintahan sebagai agent terbaik terutama Nick dan Ethan. Hampir semua kasus bisa diselesaikan dengan mudah oleh mereka berdua dan ketiganya juga sangat menarik perhatian lawan jenis walaupun Nick sudah menikah tapi masih ada rekan dalam satu kantornya yang melihatnya dengan pandangan tertarik.

Ethan juga hampir mirip dengan Nick dengan ketampanan bak dewa yunani dengan rambut perunggu serta mata coklat keemasan yang sangat menggoda. Ethan bisa dengan mudah masuk ke lingkaran para ganster, tentu saja dengan bantuan wanita di dalamnya. Ethan biasanya berpura- pura berpacaran dengan salah satu wanita yang memiliki kekuatan yang sangat besar di dalam lingkungan itu sebelum dia memporak- porandakannya.

"Dan bagaimana keadaan malaikat kecil yang lain, Julie?" Julie memang favorit semua orang termasuk Ian. Selain karena dia sangat manis, dia juga masih tergolong sangat kecil- usia enam bulan- Julie lahir tepat ketika Nick dan Ethan baru saja menyesaikan kasus mafia di Toronto, Kanada.

"Dia luar biasa." Desah Nick bahagia. Kala itu Nick tidak bisa melihat kelahiran putru bungsunya itu dan ketika kabar kalau Ana telah melahirkan putrinya, ia segera berlarian menuju bandara dan mengambil pesawat pertama, meninggalkan Ethan yang masih bertahan.

"Aku penasaran ingin menemui malaikat kecilmu itu," tidak seperti Ethan yang sudah pernah melihat Julie. Ian sama sekali tidak pernah memiliki waktu untuk bertemu dengan malaikat kecil itu dan hanya bisa melihat dari foto yang diperlihatkan Nick padanya. "Tapi masih terhalang dengan kasus yang harus kutangani hingga akhir bulan ini dan mungkin bulan- bulan selanjutnya."

"Bulan depan ulang tahun Charlie dan Chloe," ujar Nick kemudian. "Kau mungkin bisa menyelipkan waktumu disela kasus yang kau tangani. Aku yakin Chloe akan senang jika kau juga bisa datang.

Ian mengendikkan bahunya, tanda tidak tahu. "Akan kuusahakan tapi tidak bisa berjanji, sobat."

"Ngomong- ngomong kasus seperti apa yang harus kau tangani kali ini?" Imbuh Ethan merasa tertarik begitupun dengan Nick. Tidak biasanya mereka melihat Ian mengeluh dengan tugasnya. Biasanya Ian akan langsung menyelasaikan kasusnya dengan enteng tapi ini...

Sejenak Ian menghembuskan napasnya panjang lalu kedua matanya memandangi Ethan dan Nick yang membalasnya dengan kening berkerut.

"A hidden and Undetected organization, Shadow."

***

Comments

Popular posts from this blog

BTY - DUA PULUH SATU

BTY - DUA PULUH DELAPAN

BTY - LIMA BELAS